I am IPB Student
IPB Badge IPB Badge IPB Badge
c a l e n d a r
May 2015
S M T W T F S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta mengelola lingkungan hidupnya, Indonesia merupakan negara di Asia tenggara yang notabene beriklim tropis, keadaan ini menjadikan Indonesia menjadi negara agraris dimana pertanian merupakan mata pencarian utama di Indonesia, kondisi iklim di Indonesia yang beriklim tropis sangat cocok untuk tanaman-tanaman seperti Padi, Jagung, Ubi, dll. Oleh sebab itu nasi merupakan makanan pokok hampir seluruh masyarakat yang ada di Indonesia karena padi sangat mudah tumbuh di Indonesia.

Berdasarkan data BPS tahun 2002, pertanian di Indonesia menyediakan lapangan kerja kepada penduduk Indonesia sebanyak 44,3%. Akan tetapi hanya bisa menyumbang sekitar 17,3% dari total pendapatan domestik bruto. Bedasarkan teknik penanamannya, Sistem pertanian di Indonesia terbagi atas :

 

  • Sistem Ladang

Merupakan system pertanian paling primitif, suatu system peralihan dari tahap budaya pengumpul ke tahap budaya penanam. Pengolahan tanahnya sangat minimum produktivitas bergantung pada ketersediaan lapisan humus yang ada, yang terjadi karena system hutan. Sistem ini pada umumnya terdapat di daerah berpenduduk sedikit dengan ketersediaan lahan tak terbatas. Tanaman yang diusahakan umumnya tanaman pangan, seperti padi darat, jagung atau umbi-umbian.

 

  • Sistem tegal pekarangan

Berkembang di lahan – lahan kering, yang jauh dari sumber-sumber air yang cukup. System ini diusahakan orang setelah mereka menetap lama di wilayah itu, walaupun demikian tingkatan pengusahaannya rendah. Pengelolaan tegal pada umumnya jarang menggunakan tenaga yang intensif, jarang ada yang menggunakan tenaga hewan. Tanaman – tanaman yang diusahakan terutama tanaman-tanaman yang tahan dari kekeringan dan pohon-pohonan.

 

  • Sistem sawah

Merupakan teknik budidaya yang tinggi, terutama dalam pengolahan tanah dan pengelolaan air, sehingga tercapai stabilitas biologis yang tinggi. Sehingga kesuburan tanah dapat dipertahankan. Ini dicapai dengan system pengairan yang berkesinambungan dan drainase yang baik. System sawah merupakan potensi besar untuk produksi pangan, baik padi maupun palawija. Di beberapa daerah, pertanian tebu dan tembakau menggunakan system sawah.

 

  • Sistem perkebunan.

Baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar yang dulu milik swasta asing dan sekarang kebanyakan perusahaan negara, berkembang karena kebutuhan tanaman ekspor. Dimulai dengan bahan-bahan ekspor seperti karet, kopi, teh dan coklat yang merupakan hasil utama, sampai sekarang system perkebunan berkembang dengan manajemen yang baik.

 

Akan tetapi perkembangan pertanian di Indonesia saat ini sudah memprihatinkan, ini dikarenakan perkembangan zaman kea rah yang lebih modern sehingga segala sesuatu dilakukan dengan instant sehingga banyak tercipta makanan atau bumbu makanan yang tidak berasal dari hasil pertanian melainkan merupakan hasil rekayasa ilmiah. Selain itu berkurangnya lahan untuk bertani disebabkan bergesernya kepentingan sebuah wilayah yang lebih kea rah modern daripada digunakan untuk bertani, sehingga pada zaman sekarang lahan yang dulunya digunakan untuk bertani telah berubah menjadi bangunan-bangunan modern pencakar langit. Oleh karena itu kita sebagai penerus bangsa patut menjaga dan mempertahankan budaya pertanian Indonesia yang dulu menjadi andalan Indonesia, dengan cara menemukan solusi-solusi dalam menghadapi perkembangan dunia global serta untuk membantu berkembangnya teknik pertanian dengan hasil yang lebih baik lagi.